Sebuah Rumah dan Industri Makanan Ringan di Kota Probolinggo Terbakar

Kasihan sekali ya Smartizen. Semoga yang terkena musibah ini bisa tabah. Dan juga kepada Smarizen harus lebih wasapada ya.. jika sedang memasak atau kegiatan apapun yang memerlukan bantuan api. Agar tidak terjadi hal yang sama.

Dilansir Dari : https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4601924/sebuah-rumah-dan-industri-makanan-ringan-di-kota-probolinggo-terbakar

kebakaran melalap sebuah rumah dan gudang yang dijadikan home industry makanan ringan di Kota Probolinggo. Si jago merah diduga berasal dari sisa bara dari dapur produksi.

Kebakaran yang berada di Jalan Sunan Muria, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Mayangan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Kobaran api begitu cepat melalap ruangan produksi berikut gudang penyimpanan makanan milik H Tohir, serta bangunan tempat tinggalnya.

Api pertama kali muncul dari gudang belakang milik Tohir. Seperti yang disampaikan Rohman, seorang saksi mata yang pertama kali melihat adanya kebakaran.

Kala itu, Rohman yang sebetulnya hendak ke pasar. Namun langsung berhenti dan menggedor pintu rumah korban.

“Setelah melihat api, saya langsung ketuk pintu rumah korban. Dan ternyata korban bersama istri dan anaknya baru bangun tidur. Saya pun lekas menginformasikan ada api di belakang rumahnya,” kata Rohman, Kamis (27/6/2019).

Korban lantas berusaha mengamankan barang berharganya. Sementara warga yang berdatangan langsung membantu memadamkan api yang kian membara.

Mobil damkar yang segera datang ke lokasi sempat mengalami kesulitan pemadaman api karena tiupan angin yang terbilang kencang dan banyaknya barang yang mudah terbakar. Petugas hanya mampu melokalisir sambaran api agar tidak meluas kebangunan lainnya.

Ketua RW setempat Sanimin mengatakan, dugaan sementara api berasal dari ruangan produksi makanan ringan. Api berasal dari tungku penggorengan, yang disinyalir masih menyisakan bara usai produksi.

“Bisa jadi masih ada bara api yang hidup, setelah produksi makanan. Pegawai dan pemilik mungkin tak sadar, hingga ditinggalkan begitu saja karena dikira sudah padam,” kata Sanimin.

Akibat kebakaran yang terjadi, kerugian Tohir ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Mengingat hampir seluruh bangunan dan isinya hangus dilalap si jago merah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *