dosen Undip merancang alat pengering kopi untuk bantu petani

Nahh bagus dan kreatif sekali ya smartizenn ..

Dilansir : https://jateng.tribunnews.com/2019/09/27/bantu-petani-kopi-dosen-undip-merancang-pengering-kopi

TRIBUNJATENG.COM.UNGARAN – Sebagai upaya mendukung petani kopi, dosen Undip merancang alat pengering kopi untuk petani kopi Gunung Kelir Desa Kelurahan, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Rabu (24/9/2019) .

Luas lahan tanaman kopi di Kecamatan Jambu mencapai 3.000 ha dengan hasil kopi ose sekitar 1,4 ton/ha per tahun.

Dusun Sirap merupakan salah satu dusun yang mayoritas pendudukanya sebagai petani kopi.

Saat panen, kopi dipetik dan segera dikeringkan agar dapat disimpan dalam waktu lama.

Pengeringan kopi pasca panen dilakukan dengan cara dihamparkan di bawah panas matahari.

Proses pengeringan dengan cara ini tidak efektif dan efesien karena disamping memerlukan tempat yang luas, waktu pengeringan juga sangat lama yaitu 6-7 hari pada cuaca yang panas.

Di samping itu, cuaca yang berubah-ubah dapat menyebabkan kualitas biji kopi tidak seragam dan bahkan berpotensi tidak diterima oleh pasar.

Mengetahui kondisi di atas, dosen Sekolah Vokasi Undip yakni Drs. Sutrisno, MT, Mohammad  Endy Yulianto, ST, MT, Didik Ariwibowo, ST, MT, merancang pengering kopi yang nantinya akan diintroduksikan dan dihibahkan kepada petani kopi dosoen sirap.

“Pengering kopi yang kami rancang menggunakan sistem vertikal mixflow-uv yang dilekngkapi dengan dapur pemanas berbahan bakar gas atau kayu bakar, box zeolit yang berguna untuk mengurangi kelembaban udara panas yang akan digunakan untuk pengeringan serta sinar uv yang berguna untuk mematikan mikroba yang ada pada biji kopi. Pengering kopi ini direncanakan mampu mengeringkan 100 kg biji kopi dalam waktu 10 jam,” ujar Drs. Sutrisno, MT.

Setelah pabrikasi, pengering kopi ini akan diserahkan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Rahayu IV Dusun Sirap, Desa Kelurahan, Kec. Jambu, Kab. Semarang.

“Kami berharap pembuatan pengering kopi ini segera selesai dan bisa dioperasikan di daerah kami sehingga bisa menggantikan pengeringan dengan panas matahari yang memerlukan waktu yang lama serta kualitas yang kurang bagus terutama bila musim hujan,” ujar Ketua Gapoktan Rahayu IV Ngadiyanto.

Kegiatan ini adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat tahun ke 1 dari 3 tahun yang direncanakan dari Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) DRPM Kemenristekdikti.

Dengan bantuan pengering kopi ini diharapkan petani kopi dapat meningkatkan produktivitasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *