Balita yang Peluk Jenazah Ayah 3 Hari Sehat Tapi Belum Bisa BAB

Sangat besar rasa kasih sayangnya ya smartizen, jangan lupa kita juga harus ikut mendoakan agar beliau tenang disana..

Dilansir dari: https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4667782/balita-yang-peluk-jenazah-ayah-3-hari-sehat-tapi-belum-bisa-bab

Jember РBalita berinisial N usia 14 bulan yang menunggui jenazah ayahnya selama 3 hari, dinyatakan sehat meski belum BAB (buang air besar). Kepastian itu diperoleh setelah dia menjalani pemeriksaan tim medis Puskesmas Rambipuji.

N sebelumnya diketahui di dalam kamar rumahnya, Perumahan Kaliwining Asri, Kecamatan Rambipuji dalam kondisi lemah. Saat ditemukan warga, dia bersama jenazah ayahnya yang diperkirakan meninggal tiga hari sebelumnya.

“Kondisi kesehatannya setelah diperiksa di UGD Puskesmas Rambipuji, dalam kondisi sehat dan lebih baik dari kemarin,” kata Bidan Puskesmas Rambipuji Umu Imaroh saat dihubungi, Jumat (16/8/2019).

Menurut Umu, untuk kondisi pemulihan pascakejadian, Rabu (14/8), kondisi kesehatan sekarang sudah lebih baik. Suhu badan juga normal.

“Meskipun belum BAB, tapi pipisnya banyak. Untuk suhu badan normal,” katanya.

Namun demikian, kata Umu, semisal balita N itu mengeluh sakit, agar segera dirujuk ke rumah sakit atau dokter terdekat.

“Karena pemeriksaan kami kan hanya di puskesmas, alatnya kurang detail. Tapi untuk pemeriksaan awal dipastikan sehat. Semisal ada keluhan, kami imbau budhenya untuk membawa ke rumah sakit atau dokter,” tandasnya.

Saat ini, sambung Umu, N sudah dibawa budhenya ke Banyuwangi. Balita itu akan tinggal di sana sembari menunggu ibunya yang kini masih bekerja menjadi TKW di Taiwan.

Seorang balita berusia 14 bulan ditemukan menangis di samping jenazah ayahnya, Fauzi (40). Fauzi ditemukan meninggal sekitar pukul 15.00 WIB, Rabu (14/8/2019) dalam kamar. Di sisi jenazah Fauzi, kondisi anak korban lemas karena beberapa hari tidak makan dan minum. Kulit jenazah yang sudah menghitam, menempel di pipi dan pakaian anaknya.

Balita tersebut langsung dibawa ke bidan setempat dan diberi air gula, susu serta makanan. Ibu balita, Sulastri berada di Taiwan menjadi TKW. Ibunya pun menghubungi keluarganya di Banyuwangi untuk menjemput anaknya. Balita berinisial N ini langsung dilakukan proses penjemputan oleh Budenya.

“Jadi sesuai amanah adik saya (Sulastri), ayahnya dimakamkan masih proses, dan ini keponakan saya bawa. Dirawat sambil menunggu Sulastri pulang,” katanya.

Penyerahan balita berinisial N itu kepada budenya dilakukan di balai desa setempat. Proses tersebut dilakukan langsung oleh PJ Kades Kaliwining Sugeng Hariadi, Kapolsek Rambipuji AKP Sutarjo, dan sejumlah perangkat desa lainnya. Sementara Fauzi dimakamkan di perumahan tempat tinggalnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *