Kawal Pertumbuhan Ekonomi, H. Fathi Ajak Pelaku Usaha Optimalkan Potensi Pariwisata Jawa Barat

suaragaruda.com, BANDUNG – Anggota Komisi XI DPR RI, H. Fathi, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemangku kebijakan dan pelaku industri untuk menjadikan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi utama di Jawa Barat. Hal tersebut disampaikan dalam gelaran Travel Mart Jabar Istimewa 2026 yang diadakan oleh Perhimpunan Industri Pariwisata Indonesia (Parwindo) yang mempertemukan ratusan pelaku usaha pariwisata di Hotel Horison, Kota Bandung, Selasa (10/2/2026).

Sebagai wakil rakyat, H. Fathi menyoroti keseriusan Pemerintah Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat dalam memberikan karpet merah bagi industri kreatif dan jasa. “Saya mengajak teman-teman pelaku usaha, jangan ragu untuk membawa wisatawan sebanyak-banyaknya ke Jawa Barat, khususnya Kota Bandung. Forum ini harus menjadi momentum business matching yang optimal bagi buyer maupun seller,” ujar H. Fathi.

Komitmen Lingkungan dan Tata Kelola Kota Dukungan senada datang dari Walikota Bandung, Muhammad Farhan, yang menyebut pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan. Namun, Farhan memberikan catatan tegas terkait aspek keberlanjutan. Ia mewajibkan setiap pengelola kawasan wisata dan hotel untuk menerapkan konsep Zero Waste guna menangani tantangan 1.597 ton sampah harian di Bandung. “Kami ingin memberikan kepastian berusaha dan kepastian hukum, namun kualitas destinasi harus terjaga sesuai prinsip Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI),” tegas Farhan.

Inovasi Pengalaman Wisata dan Aksesibilitas Dari perspektif pengembangan wilayah, Kadisparbud Jawa Barat, Iendra Sofyan, memaparkan strategi peningkatan kunjungan melalui prinsip 5K (Katingali, Karasa, Karaba, Kadangu, Kaambeu) untuk menyentuh panca indra wisatawan. Selain itu, ia memperkenalkan inovasi Trend-cation atau wisata berbasis kereta api. “Kami bekerja sama dengan PT KAI untuk menghidupkan rute Bogor-Cianjur menggunakan kereta bersejarah, sebagai daya tarik sekaligus akses ekonomi bagi masyarakat lokal,” jelas Iendra.

Target Kenaikan Revenue Industri Ketua Umum DPP Parwindo, Benny Iskandar, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang secara efektif dengan melibatkan 50 buyer dan lebih dari 100 seller berskala nasional. Parwindo menerapkan standar unik di mana buyer menetap di meja dan seller bergerak aktif melakukan presentasi. “Hasil yang ingin dicapai adalah kenaikan okupansi dan revenue yang nyata melalui negosiasi langsung di tempat ini,” ungkap Benny.

H. Fathi menutup dengan apresiasi terhadap langkah Parwindo yang dinilai mampu mengonsolidasikan berbagai elemen, mulai dari tokoh masyarakat hingga pelaku usaha. Sinergi ini diharapkan mampu membawa pariwisata Jawa Barat menjadi “berlian” yang memberikan kontribusi signifikan terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional.

AZA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *