6 Penyakit yang Sering Menyerang Saat Musim Kemarau

Untuk smartizen semuanya harus jaga pola makan ya dan istirahat yang cukup agar selalu sehat

 

Dilansir dari: https://m.detik.com/health/berita-detikhealth/d-4712320/waspada-6-penyakit-yang-sering-menyerang-saat-musim-kemarau?tag_from=wpm_nhl_28

Jakarta – Saat musim kemarau melanda seperti saat ini, daya tahan tubuh cenderung menurun. Udara yang kering, sumber air yang berkurang, cuaca yang panas, banyak lalat dan debu yang membuat seseorang mudah terserang penyakit. Keadaan ini diperparah dengan terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang melanda Riau dan Kalimantan saat ini.

Di Jakarta saat ini, asap knalpot kendaraan hingga debu yang beterbangan juga mendukung daya tahan tubuh menjadi menurun. Keadaan lingkungan seperti ini sangat mendukung berbagai penyakit berdatangan, mulai dari penyakit kulit, mata, pernapasan hingga diare.

Dikutip dari Lal Pathlabs, berikut ini merupakan 6 penyakit yang rentan menyerang saat musim kemarau.

1. Ruam kulit

Selama musim panas, masalah kesehatan kulit yang paling umum di antara anak-anak maupun orang dewasa adalah ruam kulit. Penyakit ini biasanya terjadi saat seseorang terlalu banyak berkeringat. Keringat yang menumpuk di pakaian dan tidak menggantinya dalam waktu yang lama akan menyebabkan gatal-gatal dan ruam. Tanda-tanda yang terlihat yaitu kemerahan pada kulit, kulit kering, dan iritasi.

2. Heat Stroke

Heat stroke merupakan kondisi suhu tubuh yang meningkat tajam dan secara tiba-tiba dalam waktu yang cepat, sementara tubuh tidak memiliki waktu yang cukup untuk mendinginkan diri. Tanda-tanda yang menunjukkan kondisi heat stroke ini antara lain, demam tinggi, sakit kepala, kulit kering, mual, muntah, kejang, dan detak jantung yang meningkat. Jika sudah parah, heat stroke ini bisa menyebabkan seseorang dalam kondisi koma.

3. Sun Burns

Sunburn merupakan keadaan kulit yang berwarna merah dan terasa perih seperti terbakar. Biasanya hal ini disebabkan karena terlalu lama berada di bawah sinar matahari atau pancaran sinar artifisial yang mengandung ultraviolet (UV). Untuk orang-orang yang mengalami pembentukkan melanin yang rendah akan rentan terhadap kanker kulit atau melanoma.

Jika terpapar sinar matahari terlalu lama, akan menyebabkan kulit menjadi merah, kering, gatal, dan retak. Setelah itu, muncul gejala-gejala yang mirip dengan flu, dan lebih parahnya kulit akan melepuh serta mengelupas. Dianjurkan untuk menggunakan tabir surya dengan SPF yang sesuai agar dapat menjaga kelembaban kulit.

4. Sakit Mata

Keadaan udara yang kering, tidak sehat, penuh debu dan asap beterbangan di musim kemarau juga membuat mudah terserang sakit mata. Untuk mengobatinya harus sesuai dengan penyebab infeksinya. Perawatan yang dapat dilakukan diantaranya mengompres, meneteskan obat mata, salep hingga antibiotik. Selain itu, infeksi kuman dan bakteri dapat membuat sakit mata lebih lama untuk disembuhkan.

5. Infeksi Saluran Nafas Atas (ISPA)

Saat kemarau datang, lingkungan cenderung tidak sehat. Debu dan asap seperti yang sedang terjadi saat ini, baik di Jakarta maupun kabut asap yang sedang melanda Riau serta Kalimantan akibat kebakaran hutan dan lahan. Kondisi tersebut cenderung akan merangsang terjadinya iritasi pada saluran pernapasan atas dan berlanjut menjadi infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Keterbatasan air bersih juga bisa membuat asupan air menurun. Saat minum terbatasi akan merangsang terjadinya ISPA.

6. Diare

Saat kemarau, pasokan air bersih akan terbatas dan air yang ada akan relatif lebih kotor. Kondisi lingkungan yang kotor ini dapat memancing lalat berdatangan lebih banyak sehingga dapat membuat makanan dan minuman menjadi tercemar. Keadaan ini mendukung angka penderita diare meningkat. Diare juga disebabkan oleh kekurangan cairan elektrolit. Jika tidak ditangani dengan benar, dapat menyebabkan komplikasi lanjut, seperti gangguan fungsi ginjal hingga kematian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *